September 19, 2019

Prediksi Perkembangan Industri E-commerce Indonesia pada Tahun 2022

Indonesia saat ini merupakan pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara dengan kontribusi hingga lima puluh persen dari seluruh transaksi di wilayah ini. Seiring pertambahan penduduk yang menggunakan internet dan peningkatan penetrasi e-commerce, kontribusi sektor ini terhadap ekonomi Indonesia berpotensi terus meningkat.

Pada Agustus 2018, firma konsultan manajemen McKinsey & Company merilis hasil riset mengenai status industri e-commerce Indonesia terkini serta proyeksi perkembangannya selama beberapa tahun ke depan. Temuan mereka antara lain meliputi dua topik, yaitu:

  • Pertumbuhan nilai pasar e-commerce Indonesia hingga tahun 2022, dan
  • Potensi dampak pertumbuhan tersebut terhadap lanskap ekonomi dan sosial Indonesia.

E-commerce diperkirakan tumbuh hingga US$65 miliar (Rp910 triliun)

Studi McKinsey mendefinisikan e-commerce sebagai proses jual beli barang fisik secara online yang dibagi kembali menjadi dua kategori, yaitu:

  • E-tailing, yaitu jual beli formal melalui platform online yang didesain untuk memfasilitasi transaksi seperti Bukalapak dan Tokopedia, serta
  • Social commerce, yaitu pemasaran barang melalui media sosial seperti Facebook atau Instagram dengan pembayaran dan pengiriman dilaksanakan melalui platform lain.

Menurut McKinsey, perusahaan jasa seperti GO-JEK, Traveloka, dan platform B2B seperti IndoTrading berada di luar lingkup riset ini. Namun, bahkan tanpa memperhitungkan sektor jasa dan B2B, gross merchandise value pasar e-commerce Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar delapan kali lipat pada tahun 2022.

Proyeksi nilai pasar e-commerce Indonesia berdasarkan gross merchandise value.

Pertumbuhan yang pesat ini diperkirakan terjadi karena lima faktor utama, antara lain:

Pasar yang berorientasi mobile

Berkat ketersediaan smartphone dengan harga relatif terjangkau, warga Indonesia yang memiliki smartphone saat ini mencapai 40 persen dari total populasi atau sekitar 106 juta orang. Harga paket data seluler yang relatif murah dibanding negara Asia Tenggara lainnya turut memudahkan konsumen Indonesia untuk berbelanja dengan perangkat mobile.

Konsumen muda dan melek digital

Sekitar 87 juta orang atau sepertiga populasi Indonesia berusia 16 hingga 35 tahun, dan sekitar 100 juta orang kini terdaftar di bank. Kedua demografi ini tampak semakin terbiasa menggunakan platform online dan bertransaksi digital. Menurut McKinsey, konsumen saat ini rata-rata 2,6 kali lebih sering bertransaksi lewat aplikasi smartphone dibanding 2014.

Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download lenevo firmware
Premium WordPress Themes Download
free online course